|
pangeran muda bertubuh kekar dengan baju lusuh berdebu berjalan dengan tatapan sayu seperti menanggung beban berat di pundak dan bahu tanggung jawab kepada kejayaan masa lalu
di ujung pantai utara batavia.. duduk termenung menghadap ke arah samudra diam menunggu pertanda dari arah cakrawala lalu berteriak..."Aku Tidak bisa... Aku Tidak bisa"
telusuri jalan sedikit ke arah selatan... terlihat sebuah istana bau darah dan harum cendana menusuk hidungnya sebuah kekuatan menarik dirinya ke dalam hening untuk mendengar alunan kidung kekuasaan lalu berteriak...."aku tidak mau..... Aku tidak mau"
kerajaan sedang berduka...rakyat menangis...bencana dimana-mana bumi sedang sakit bumi hampir sekarat tapi bumi mampu menyembuhkan dirinya sendiri menari2x dan mengeliat-menggeliat
kerajaan sedang berduka ...rakyat menangis... bencana dimana-mana Pejabat-pejabat bersiap untuk lari meninggalkan kerajaan bersama sang raja rencana besar telah terusun rapi ..sembari membawa pundi-pundi harta mereka sudah tidak peduli dengan tanggung jawab membangun negeri
pangeran muda produk warisan kejayaan masa lalu termenung dalam sebuah pencarian jati diri di tengah2x kehancuran dendam masa silam para leluhurnya membuat air mata membasahi wajahnya tangisan leluhurnya akan kehidupan masa kini membuat dadanya bergelora
Seekor naga Emas bermahkota berlian datang menghadap pangeran sembah sujud dihaturkan...diam menyelami hati sang pengeran lalu berucap " Gugus pasukan naga bawah laut dibawah pimpinan hamba sudah resah menunggu titah" "keresahan mereka membuat ekor2x mereka menimbulkan gelombang pasang kematian mereka semua siap mengambil alih kekuasaan"
Sesosok tubuh raksasa bermantelkan jubah2x kerajaan datang menghadap pangeran sembah sujud dihaturkan...diam menyelami kebimbangan pangeran lalu berucap "gugus pasukan raksasa2x dihutan2x dan gunung2x sudah gelisah menunggu perintah" "Amarah mereka, dendam mereka menggetarkan bumi tempat mereka berpijak.. mereka semua siap menggulung musuh dan mengantar pangeran menuju puncak kekuasaan
tarik menarik antara dendam dan kejayan masa silam antara kekuassaan dan kematian serta bayang-bayang kebinasaan antara apa yang bisa digenggam dan apa yang bisa hilang membuat pangeran bimbang
langit, bulan dan bintang bisa terbelah jutaan galoon darah rakyat bisa tumpah knapa harus dengan tanganku?? knapa harus lewat titahku??
aku tak mau... aku tak bisa lebih baik aku aku jadi orang biasa menjadi saksi dari akhir dunia bukan menjadi seorang raja
hai raja naga dan jendral raksasa... kembalilah ke alam mu lakukanlah apa yg menjadi tugasmu di dunia ini carilah majikan yang baru aku tahu eksistensi kalian akan berakhir jika dunia ini hancur tapi aku tidak... karena aku bukan dari jenis kalian
sampaikan salamku pada para pengikut setia kalian jika kalian takut eksistensi kalian musnah bersamaan dengan musnahnya bumi ini jagalah keseimbangan bumi ini...sandingkanlah yg hitam dengan yang putih jagalah keseimbangan porsi kebaikan dan keburukan... keseimbangan yin dan yang
jika ada putih ingin dominan ...tegurlah mereka jika ada hitam ingin menguasai...nasehatilah mereka jika mereka tidak mau ditegur dan dinasehati terserah kalian...
kalian bisa mendatangkan gelombang laut pasang diiringi kematian kalian bisa memuntahkan isi gunung dan mengggetarkan bumi ini tapi sekali lagi... bukan lewat titahku bukan lewat perintahku
|