kau hamparkan aku di lantaimu
basahku dalam air matamu
lusuhku dalam injakmu
kotorku dalam acuhmu
bertahun-tahun kau gunakanku
di pojok ruangan itu
untuk mendengar sedih tangismu
untuk simpati akan keluh kesahmu
untuk kerangkeng tuhanmu dalam pelukku
muak aku dengar tangismu
letihku dibawah kakimu
sedihku memenjarakan tuhanmu
lelahku menjadi alatmu
knapa hari ini kau tidak datangpadaku
knapa hari ini tidak ada yang menginjak tubuhku
kulihat senyum di bibir dan matamu
ku lihat tuhanmu sudah bebas dari pelukku
tuhanmu sudah tidak terpenjara di sudut ruangan itu
tinggal diriku
rinduku akan asamu
rinduku akan basah air matamu
rinduku besenggama dengan tuhanmu
wahai anak manusia aku sedih dan gembira
tangis dan tawaku untukmu
sampaikan salam pada tuhanmu
bahwa aku tetaplah kain tua
yang tidak pantas bersenggama denganNya dan manusia
tidak pantas memenjarakan diriNya
aku hanya kain tua...tempatku dipojok ruangan
atau sudut lemari tua
tempatNya ada di sudut hatimu
bukan di sudut ruangan itu
bukan dalam penjara dan pelukan kain tua
bergembiralah, bersukacitalah
sajadah tua ikut bahagia
Posted at 01:23 am by arlnov